Kamis, 08 Oktober 2015

Bahagia Bersama Keluargaku

Di sebuah desa, hiduplah dua orang remaja yang baik hati.. Cerita mereka dimulai dari SMP..
Putri, dia duduk di kelas 7 dan Qomar, duduk di kelas 8.. Awalnya mereka tak mengenal satu sama lain.. Qomar menyukai Eka, sahabat karib Putri yang cantik sekali.. Namun, Eka masih trauma dengan kisah percintaan nya masa lalu hingga ia memutuskan untuk sendiri.. Hal ini tentu Qomar kesulitan mendapatkan Eka, hingga pada akhirnya Qomar meminta bantuan pada Putri, sahabat Eka..
Tak lama setelah Qomar bertanya-tanya tentang Eka kepada Putri ternyata mereka telah menemukan sebuah titik kenyamanan.. Sebelumnya Putri yang tak mengerti apa itu cinta mnjadi tau.. Mereka dekat dan akhirnya menjadi sepasang kekasih.. Mereka menjalankan hubungan itu belajar dengan cara dewasa yaitu dengan tanpa mengenal istilah pacar.. Mereka memiliki visi yang sama yaitu hidup dalam atap yg sama, hidup berdua bersama hingga kakek nenek.. Namun smua itu sulit mereka raih mengingat mereka yg masih sangat kecil..
Hal itu tak pernah membuat mereka berputus asa, mereka tetap bertahan dalam hubungan itu meskipun orangtua Putri telah jelas menolak Qomar..
Hingga pada akhirnya mereka menikah.. Orangtua Putri pun akhirnya menyadari betapa sejatinya cinta mereka.. Cinta yang karena Allah, cinta yang karena ingin menjadi lebih baik satu sama lain..

Hidup mereka cukup menyulitkan.. Mereka sibuk bekerja satu sama lain.. Tapi mereka tak pernah menganggap semua itu kesulitan.. Mereka hadapi semua itu dengan cinta mereka.. Hingga pada akhirnya mereka dikaruniai dua orang anak yaitu laki-laki dan yang kedua perempuan.. Suasana rumah mereka terasa ramai debgan hadirnya buah hati mereka.. Seperti harapan mereka "Kita ingin memiliki 2 orang anak yang pertama laki-laki dan yang kedua perempuan agar kakaknya bisa melindungi adiknya"

Putri dan Qomar tak pernah melupakan Allah SWT.. Mereka slalu sholat berjamaah setiap hari.. Mereka selalu beramal dan bersodaqoh.. Mereka mengajari anak" mereka tentang Islam yang Sangat Mulia.. Hingga pada akhirnya anak-anak mereka menjadi anak yang sholih sholihah..

Dan akhirnya Putri dan Qomar menua bersama, sepeeti visi dri awal yaitu cinta berdasarkan takdir dan Allah SWT.. Mereka yang memiliki banyak kesamaan ternyata memang berjodoh.. Putri meninggal dunia terlebih dahulu daripada Qomar.. Setelah pemakaman Putri selesai, Qomar tidak pulang dulu dari makam Putri.. Dia mendoakan Putri, istri sekaligus pemberian Allah yang sangat berharga bagi Qomar.. Dia berkata pada makam Putri "Sayang, aku tak kan pernah bisa membiarkanmu dalam kegelapan sendirian.. Seperti yang ku tahu, kau sangat takut suasana gelap dan sepi.. Sebentar lagi aku pasti akan menyusulmu, aku pasti akan menemanimu dalam quburmu, kita akan bersama kembali menggapai surga sayang.. Tunggulah aku". Hingga setelah Qomar mengatakan hal itu, ia meninggal dunia di smping kubur istrinya..

Sungguh keromantisan yang dapat diraih dari 2 insan yang menjalin cinta berdasarkan takdir dari Allah SWT, bukan nafsu.. Semoga kita senantiasa menjadi seperti mereka.. Semoga senantiasa kita tergolong orang" yang sabar dalam menunggu jodoh kita :')